PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BERBASIS INKLUSIVISME DALAM MEMBANGUN TOLERANSI MAHASISWA DI LINGKUNGAN KAMPUS
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana penguatan moderasi beragama yang berbasiskan nilai-nilai inklusivisme dapat menjadi strategi yang efektif dalam membangun budaya toleransi di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus. Perguruan tinggi sebagai arena pembentukan karakter intelektual dan moral generasi muda menghadapi tantangan serius berupa meningkatnya gejala intoleransi, eksklusivisme kelompok, dan radikalisasi berbasis identitas keagamaan. Melalui metode studi pustaka yang sistematis dan multidisipliner, penelitian ini menganalisis konsep moderasi beragama dalam bingkai inklusivisme, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat dan mendorong terbentuknya toleransi di kampus, serta merumuskan model-model penguatan yang komprehensif dan aplikatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa inklusivisme memberikan landasan teologis yang kokoh bagi moderasi beragama yang autentik, yang pada gilirannya menjadi fondasi bagi toleransi mahasiswa yang tahan uji dan berkelanjutan. Program-program penguatan yang melibatkan integrasi kurikulum, dialog antarmahasiswa, keteladanan dosen, dan kebijakan kampus yang inklusif terbukti mampu menciptakan iklim toleransi yang bermakna. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kampus yang toleran dan inklusif bukan sekadar kampus yang bebas dari konflik terbuka, melainkan kampus yang secara aktif merayakan keberagaman sebagai kekayaan dan mendorong seluruh sivitas akademikanya untuk bertumbuh dalam pemahaman dan penghargaan terhadap perbedaan.


