MEMBANGUN JEMBATAN ANTARIMAN: DIALOG, MODERASI, DAN INKLUSIVISME SEBAGAI PILAR KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI INDONESIA
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran dialog antaragama, moderasi beragama, dan inklusivisme sebagai tiga pilar yang saling menopang dalam membangun kerukunan umat beragama di Indonesia. Di tengah meningkatnya fragmentasi sosial berbasis identitas keagamaan dan ancaman polarisasi yang semakin nyata, ketiga pilar ini menjadi fondasi yang tak tergantikan bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang harmonis dan bersatu. Melalui metode studi pustaka yang komprehensif dan multidisipliner, penelitian ini menganalisis landasan teologis, sosiologis, dan pedagogis dari dialog, moderasi, dan inklusivisme, menelusuri keterkaitan sinergis antara ketiganya, serta merumuskan model-model implementasi yang kontekstual bagi kehidupan beragama di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa dialog antaragama yang bermakna hanya dapat berlangsung ketika pesertanya telah memiliki komitmen moderat dan sikap inklusif yang terinternalisasi dengan baik. Sebaliknya, moderasi dan inklusivisme yang autentik akan selalu mendorong seseorang menuju dialog yang lebih dalam dan lebih transformatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga pilar ini bukan sekadar nilai-nilai yang baik untuk dimiliki, melainkan merupakan keharusan eksistensial bagi kelangsungan Indonesia sebagai bangsa yang majemuk namun bersatu. Implikasi bagi lembaga pendidikan tinggi keagamaan seperti Institut Agama Kristen Negeri Tarutung sangat signifikan dalam mencetak pemimpin-pemimpin yang mampu menjadi jembatan antariman.


