MERAWAT KEBERAGAMAN, MENGUATKAN KEMANUSIAAN: MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI INKLUSIVISME

Authors

  • Dr. Bernard Bistok Lubis, M.Th Holong Marsaulina Silitonga; Tasya Purba; Cristiana Sihombing; Gresia Angelika Seda; Septian Arman Napitupulu Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Author

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara moderasi beragama dan inklusivisme sebagai dua pilar utama dalam upaya merawat keberagaman dan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan di Indonesia. Moderasi beragama, yang oleh Kementerian Agama RI dipahami sebagai cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang berada di jalan tengah, menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya gejala intoleransi dan polarisasi berbasis identitas keagamaan. Melalui pendekatan studi pustaka yang komprehensif dan multidisipliner, penelitian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai moderasi beragama dan inklusivisme saling memperkuat satu sama lain dalam membangun tatanan sosial yang manusiawi, berkeadilan, dan berdamai. Hasil kajian menunjukkan bahwa moderasi beragama yang sejati bukan sekadar posisi tengah yang pasif antara dua ekstrem, melainkan merupakan komitmen aktif untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan universal yang melampaui batas-batas ekspresi keagamaan yang partikular. Inklusivisme menyediakan kerangka teologis dan filosofis yang memungkinkan pemeluk agama untuk secara bersamaan memegang teguh keyakinan pribadi mereka dan membuka diri secara tulus terhadap kebenaran dan nilai yang hadir dalam tradisi-tradisi agama lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi moderasi beragama dan inklusivisme ke dalam pendidikan, kebijakan publik, dan praktik kehidupan komunitas merupakan jalan yang paling menjanjikan menuju Indonesia yang plural namun bersatu dalam kemanusiaan yang bermartabat.

Downloads

Published

2026-03-19

How to Cite

MERAWAT KEBERAGAMAN, MENGUATKAN KEMANUSIAAN: MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI INKLUSIVISME. (2026). Journal Hukum Pendidikan Motivasi Harapan, 3(05). https://ourhope.biz.id/ojs/index.php/JP/article/view/229