Carbon Zero Urban melalui CAC-RC IoT dan Energi Terdistribusi menuju Kota Swasembada
Abstract
Perubahan iklim akibat peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) menjadi tantangan serius di kawasan perkotaan Indonesia, seiring tingginya konsumsi energi berbasis bahan bakar fosil. Kondisi ini menuntut adanya solusi inovatif yang tidak hanya menekan emisi, tetapi juga mendorong kemandirian energi kota. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusulkan konsep Carbon Zero Urban (CZU) sebagai pendekatan kota swasembada energi melalui integrasi teknologi Carbon Air Capture and Recycling (CAC-RC), energi terbarukan, Internet of Things (IoT), dan sistem distributed smart energy. Metode yang digunakan meliputi perancangan konseptual sistem CAC-RC berbasis energi surya dan angin, analisis potensi penerapan di kawasan perkotaan, serta integrasi IoT untuk pemantauan dan pengendalian emisi CO₂ serta distribusi energi secara real-time. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep CZU berpotensi menurunkan konsentrasi CO₂ atmosfer dengan mengonversinya menjadi metanol hijau sekaligus menyediakan sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Integrasi energi terbarukan dan jaringan pintar memungkinkan optimalisasi distribusi energi serta partisipasi masyarakat dalam pengelolaan energi. Kesimpulannya, konsep CZU merupakan solusi strategis dan berkelanjutan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan pembangunan smart green city di Indonesia.


